Aman untuk makanan, pembentukannya mudah, dan tidak punya sifat beracun, itulah kelebihan plastik PETG. Plastik ini sering dipakai untuk material cetakan consumer goods.
Ini adalah bahan yang mungkin sudah cukup familiar bagi Anda. PETG atau Polythylene Terephthalate Glycol merupakan produk turunan termoplastik poliester dari plasti PET.
Plastik ini punya berbagai varian yang masing-masing memiliki karakteristik dan kelebihan tersendiri.
Ingin tahu lebih lengkap tentang plastik yang sangat aman untuk makanan ini? Cek di sini.
Apa Itu PETG?
Laman Laird Plastic, mendefinisikan PETG adalah poliester termoplastik yang menjadi turunan dari plastik PET.
Dari segi struktur, Anda bisa menemukan komponen PET yang sering ada pada botol-botol minuman plastik sampai dengan produk makanan.
Bedanya, ada tambahan G yang merupakan singkatan dari Glikol. Fungsi dari glikol itu sendiri adalah menambah daya tahan, kekuatan, dan juga resistensi terhadap senyawa kimia. Selain itu, glikol yang menjadi tambahannya juga punya kemampuan untuk menahan suhu yang tinggi.
Meski di pasaran didominasi oleh penggunaan PLA, filament PETG ini punya alasan tertentu yang menjadikannya punya banyak penggemar dalam dunia cetak 3D.
Keunggulan PETG
Benar, alasan jenis plastik ini punya banyak penggemar dalam dunia cetak 3D adalah keunggulannya. Apa saja keunggulan plastik PETG? Cek pembahasannya di bawah ini:
1. Sangat Aman untuk Makanan
Bahan 3D satu ini punya karakter yang berwarna bening. Atas hal tersebut, material PET dengan tambahan glikol ini aman saat bersentuhan dengan produk minuman maupun makanan untuk konsumsi.
Selain itu, bahan ini pun tidak memicu efek samping yang mengkhawatirkan.
2. Tidak Memiliki Bau
Rata-rata plastik untuk kebutuhan 3D mungkin memiliki bau, tapi, tidak dengan jenis plastik satu ini.
PETG memang tidak mempunyai atau menimbulkan bau. Mengapa? Itu karena dari bahannya sendiri memang tidak punya kandungan bahan yang toxic.
Ini tentu berbeda saat Anda memakai ABS. Pada penggunaan ABS, Anda mungkin mencium bau tertentu karena bahan dasarnya memakai petroleum.
3. Kemudahan Cetak
Hampir sama dengan beberapa bahan cetak lain, jenis plastik satu ini memang memudahkan Anda saat akan mencetaknya. Bahan ini terkenal sebagai salah satu yang menawarkan kemudahan pencetakan.
Meski berada setingkat di bawah PLA, tapi plastik ini masih tergolong mudah untuk kebutuhan cetak tiga dimensi.
4. Punya Ketahanan yang Tinggi
Soal kekuatan dan daya tahan juga terbilang tinggi. Pasalnya, dalam proses pencetakan, jarang ada kasus PETG yang rapuh, patah, atau rusak.
Hal ini membuat PETG layak dapat sebutan sebagai salah satu material cetak 3D dengan daya tahan tinggi.
Bahkan dari segi tingkat ketahanan, jenis satu ini lebih baik daripada plastik PLA yang sangat populer itu.
5. Sangat Ramah Lingkungan
Kata siapa plastik tidak bisa terurai? Jika Anda menggunakan jenis plastik ini, maka Anda juga berkontribusi buat menyelamatkan lingkungan.
Ya, jenis ini memang termasuk eco-friendly atau ramah lingkungan karena kemampuannya dalam pendauran ulang secara mudah.
6. Harga Relatif Terjangkau
Selanjutnya, jenis satu ini pun memiliki keunggulan kompetitif yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak industri sudah memanfaatkannya.
Keunggulan itu yakni dari segi harga. Jika membandingkannya dengan plastik PLA, harga jenis plastik PET dengan tambahan glikol ini memang lebih mahal. Tapi, masih tergolong bisa Anda jangkau dan juga murah.
Baca Juga: Bagaimana 3D Printing Bekerja?
Kekurangan PETG

Sama halnya dengan berbagai jenis bahan pencetakan 3D lainnya, plastik satu ini pun memiliki kekurangan. Apa saja?
1. Sering Mengalami Oozing
Pertama, material ini sering mengalami kondisi oozing. Oozing itu sendiri jadi kondisi saat filamen terus-menerus keluar dari nozzle walaupun printer tidak sedang mencetak pada bagian tertentu.
Apa efeknya? Saat oozing, permukaan hasil cetakan jadi tidak mulus dan bahkan cenderung bergelombang.
Bahkan akan cenderung tampak seperti plastik yang meleleh di sejumlah bagian. Anda bisa melihat kondisi oozing terutama pada bagian ujung, bagian-bagian kecil, dan juga permukaan yang membutuhkan detail halus.
Ini terjadi karena PETG memiliki sifat cukup lengket dengan cairan yang kental.
2. Stringing
Kalau Anda sering mencetak objek 3D menggunakan jenis plastik ini, maka bersiaplah untuk berhadapan dengan masalah yang cukup klasik, yakni stringing.
Kondisi stringing ialah saat printer menyisakan benang-benang plastik halus di antara dua titik cetak.
Jika begini, nantinya hasil akhir cetakan terasa seperti ada serabut tipis atau jaring-jaring halus yang menempel.
Ini bisa terjadi karena material plastik tersebut lebih gampang mengalir ketika temperatur nozzle terlalu tinggi.
3. Butuh Panduan Operasional yang Spesifik
Ingin mendapatkan hasil cetak 3D yang rapi dan minim masalah? Maka Anda butuh perlakuan khusus untuk melakukannya.
Jika menggunakan PETG, maka tak bisa asal tekan tombol dan print. Memang, bahan ini terkenal cukup rewel, apalagi jika mengenai suhu dan kecepatan Anda dalam mencetak.
Asal pencet dan tekan print? Siap-siap dengan kondisi seperti stringing. Jadi, untuk mengoperasikannya memang butuh panduan khusus.
4. Bahannya Menyerap Air
Walaupun bahan ini terkenal tahan lama dan kuat, itu tidak berlaku jika Anda sering menyimpannya di tempat lembab.
Pasalnya, jenis plastik ini bisa menyerap kelembaban air dari udara atau punya sifat higroskopis.
Jika Anda membiarkannya terlalu lama di tempat terbuka maupun tempat lembab, maka kualitasnya dapat berpengaruh.
Alhasil, cetakan 3D Anda jadi lebih rapuh, punya permukaan yang hasil cetaknya kasar, dan terkadang muncul gelembung kecil ketika dalam proses printing.
Itu semua adalah kekurangan dari jenis plastik dengan tambahan glikol ini.
Baca Juga: Petunjuk Tentang Bahan-Bahan 3D Printing
Cara Mencetak dengan PETG
Anda mungkin sudah membaca bahwa jenis plastik ini tak bisa dicetak sembarangan. Maka dari itu, butuh panduan operasional khusus untuk melakukannya. Namun sebenarnya, bagaimana cara mencetaknya?
1. Mulai dari Bagian Slicer
Laman All3DP menyarankan agar Anda memulai dari bagian slicer. Pertama, buka slicer dan atur profil cetak. Jika slicernya sudah memiliki preset PETG, gunakan itu sebagai awal.
Belum punya presetnya? Pertimbangkan ini:
- Naikkan suhu nozzle menjadi sekitar 220 – 260 derajat celcius
- Naikkan suhu bed menjadi 50 – 85 derajat celcius
- Turunkan kecepatan kipas dingin menjadi 20% – 50% dengan tujuan agar layer tidak mengalami delaminasi.
2. Uji Coba/Fine-Tuning
Cobalah mencetak objek yang kecil untuk tahu hasil awal. Kalau ada masalah seperti stringing, lapisan kurang menempel, atau ada curling, coba langkah-langkah perbaikannya:
- Saat stringing: naikkan kecepatan atau jarak retraction.
- Lapisan yang kurang menempel turunkan kipas atau tingkatkan suhu nozzle
- Curling: turunkan suhu cetak
Anda bisa mengulanginya hingga memperoleh hasil yang lebih stabil dan mulus.
Baca Juga: Mengenal Bahan ABS Plastik, Manfaat, dan Keunggulannya
Cetak Pakai PETG Itu Rumit, Biar Kami Saja!
Duh, cukup merepotkan ya harus setting-setting dari awal buat cetak satu objek doang?
Kalau Anda tak mau repot soal ini, sebaiknya serahkan ke Sultan 3D Printing yang memang sudah ahlinya.
Mau cetak pakai bahan apa pun, jenis printer mana pun, hasilnya kami pastikan bikin Anda puas. Dengan bertahun-tahun pengalaman, percayakan urusan cetak 3D Anda pada jasa 3D Printing kami. Hubungi sekarang!





