Mengobrol soal printer mahal, tentu printer 3D yang langsung terpikirkan. Alat cetak satu ini menggunakan berbagai jenis material mulai dari filamen plastik, resin, hingga logam untuk mengubah file desain menjadi bentuk fisik tiga dimensi.
Dengan adanya printer 3D, banyak perusahaan manufaktur hingga otomotif yang terbantu untuk mengembangkan prototipe. Apalagi, teknologi pada printer ini memungkinkan hasil pencetakan dengan presisi yang akurat.
Jadi, tidak heran jika perhitungan ongkos 3D printing tergolong mahal karena material dan modal membeli mesinnya sendiri cukup besar. Bagi Anda yang tertarik menggunakan jasa 3D Printing, ketahui alasan kenapa harganya mahal berikut ini!
Baca Juga: Mengenal 12 Komponen Printer 3D Modern, Ada Apa Saja?
Produk yang Dapat Dibuat Printer 3D
Jika printer biasa hanya mampu mencetak di atas bidang datar seperti kertas, maka cakupan bidang pada printer 3D jauh lebih luas. Inilah beberapa produk yang dapat printer 3D buat!
1. Mainan
Beberapa jenis mainan seperti action figure dan puzzle merupakan hasil dari pencetakan tiga dimensi. Bagi perusahaan mainan, kehadiran teknologi pencetakan ini tentu sangat membantu bagian produksi agar berjalan efisien dan efektif.
Pasalnya, proses pembuatan mainan dapat berlangsung lebih cepat tanpa banyak mengorbankan waktu dan tenaga. Selain itu, teknologi pencetakan ini memungkinkan produksi mainan secara massal dengan nilai kualitas yang sama.
2. Aksesoris
Bagi Anda yang memiliki ketertarikan atau hobi kreatif membuat desain aksesoris kustom, wujudkan ide tersebut dalam bentuk tiga dimensi. Dengan printer 3D, Anda bisa membuat aksesoris seperti gantungan kunci, papan nama, hingga miniatur.
Namun, karena printer mahal dan butuh ketelitian tinggi untuk mengoperasikannya, Anda bisa menyerahkan file desain aksesoris ke jasa cetak 3D. Kemudian, mereka lah yang akan mengeksekusi ide desain hingga menjadi aksesoris jadi sesuai ekspektasi.
3. Prototipe
Berikutnya, printer 3D dapat membuat prototipe untuk pengembangan produk sebelum akhirnya diproduksi besar-besaran. Contoh awal dari produk ini akan mengalami pengujian dan penyempurnaan lebih lanjut.
Terlebih, printer 3D dapat mencetak prototipe dengan tingkat akurasi yang tinggi dan presisi. Hal ini memudahkan penguji melakukan evaluasi terhadap prototipe untuk memastikan apakah telah mencapai standar kualitas yang ditentukan.
Baca Juga: 6 Bahan 3D Printing Paling Populer dan Sering Digunakan
Alasan Jasa Cetak 3D Mahal

Tidak sedikit yang ragu menggunakan jasa cetak tiga dimensi karena isu biayanya yang tinggi. Padahal, ada alasan kenapa jasa cetak ini terbilang mahal untuk memproduksi produk.
1. Modal Membeli Printer 3D Besar
Perlu Anda ketahui butuh modal awal yang cukup besar untuk membeli printer 3D berkualitas. Apalagi, semakin lengkap dan canggih fitur yang tersemat, semakin mahal pula harganya. Belasan hingga ratusan juta rupiah bisa ludes untuk modal.
Sebagai contoh, harga printer 3D Ender-3 Pro sekitar Rp3,5 jutaan, Bambu Lab P1S sekitar Rp14 jutaan, dan printer industri Sinterit Lisa sekitar Rp100 jutaan. Masing-masing printer memiliki range harga yang berbeda tergantung kebutuhan pencetakan.
Belum lagi, soal perawatan mesin dan persiapan infrastruktur pendukung seperti ruang kerja. Semuanya membutuhkan dana yang tidak kecil dan perusahaan harus memperhitungkan semua itu ke dalam tarif jasa. Ini demi tetap mendapatkan untung.
2. Biaya Material 3D Printing
Alasan jasa printer mahal tidak luput pula dari jenis material yang digunakan. Beberapa jenis material memiliki harga pasaran yang cukup mahal, mulai dari filamen plastik seperti PLA/ABS hingga resin seperti SLA.
Mengutip dari situs Tokopedia, harga filamen PLA (Polylactic Acid) 1.75 mm kurang lebih sekitar Rp140 ribuan per kilogram. Sementara harga resin 3D printer Sunlu sekitar Rp355 ribuan per liter.
Biaya material 3D printing tersebut cukup menjelaskan mengapa jasa cetak 3D dianggap mahal. Apalagi, semakin bagus kualitas material, semakin besar uang yang harus Anda keluarkan.
3. Proses Pembuatan 3D Rumit
Selanjutnya, Anda perlu memahami bahwa proses pencetakan 3D melalui tahap yang cukup panjang hingga akhirnya dapat dirasakan secara fisik hasilnya.
Pertama-tama, perencanaan dan pembuatan desain dengan perangkat lunak komputer CAD (Computer-aided design) untuk menghasilkan model 3D.
Kedua, tahap slicing atau persiapan file desain yang telah jadi dibagi dimensinya menjadi ribuan hingga jutaan lapisan. Hal ini berguna agar printer 3D bisa membaca file-nya.
Ketiga, memilih jenis material untuk mencetak desain tiga dimensi. Jika membuat aksesoris atau barang umum, Anda bisa memakai filamen plastik. Sementara jika produk tersebut butuh detail tinggi, gunakan material resin.
Keempat, printer akan menjalankan tahapan pencetakan desain lapis demi lapis. Kemudian, Anda tinggal membiarkannya sampai proses pencetakan selesai.
Nah, langkah pencetakan 3D yang relatif rumit ini termasuk faktor yang memengaruhi besaran biaya jasa cetak.
Baca Juga: FDM Printing: Definisi, Material, dan Keunggulannya
4. Biaya Software dan Tenaga Desain
Setelah mengetahui langkah-langkah pembuatan 3D di atas, Anda tentu menyadari bukan kebutuhan biaya software dan tenaga desain?
Sebagian software CAD untuk membuat desain model 3D bersifat premium sehingga harus melakukan pembelian terlebih dahulu. Selain itu, tidak semua orang mampu mengoperasikan CAD.
Oleh sebab itu, perlu membayar tenaga desain ahli untuk membuat model 3D dengan presisi dan akurat. Hal ini demi mendapatkan hasil cetakan yang berkualitas unggul.
Berapa Estimasi Harga Cetak 3D?
Menghitung estimasi harga cetak 3D sebenarnya tergantung dari beberapa faktor berikut ini:
- Teknologi yang digunakan.
- Kuantitas atau jumlah produksi.
- Pemilihan jenis material.
- Kompleksitas desain.
Anggaplah harga material filamen plastik Rp140 ribu per kg, sedangkan Anda membutuhkan 50 g untuk satu pcs produk. Berarti Anda perlu menyiapkan uang material Rp7 ribu per pcs.
Lalu, jumlah produksi yang Anda butuhkan adalah 5 pcs. Hitungannya menjadi Rp7 ribu x 5 pcs = Rp35 ribu. Namun, estimasi ini belum termasuk harga jasa, waktu pengerjaan, kompleksitas desain, dan lain sebagainya.
Untuk memastikan dana yang Anda keluarkan untuk layanan cetak 3D jelas, pilih penyedia jasa yang menawarkan transparansi biaya. Alhasil, Anda dapat terhindar dari biaya tersembunyi atau tambahan yang tidak diinformasikan sebelumnya.
Baca Juga: Menjual Hasil 3D Printing Secara Online
Sudah Tahu Alasan Kenapa Jasa 3D Printer Mahal?
Kini, Anda tidak perlu ragu untuk memakai jasa pencetakan tiga dimensi karena isu biaya yang tinggi. Sebab, biaya tersebut sepadan dengan effort atau usaha untuk membuat produk 3D.
Biaya layanan cetak 3D bervariasi tergantung penyedia jasa. Walau ada yang memasang biaya jasa printer mahal, Sultan 3D Printing di Surabaya menawarkan harga yang lebih ramah di kantong.
Sultan 3D Printing senantiasa berusaha menjaga kepercayaan klien dengan memberikan transparansi biaya cetak. Jadi, mereka tidak perlu khawatir adanya manipulasi durasi cetak atau biaya tambahan tanpa konfirmasi.
Kelebihan kami bukan hanya itu, kami juga menyediakan layanan konsultasi gratis, garansi uang kembali, tim desainer ahli, serta proses pengerjaan yang cepat dan fleksibel.
Bahkan mesin cetak yang kami gunakan beresolusi 14K dengan tingkat ketelitian cukup tinggi untuk mendapat hasil cetakan 3D yang halus dan presisi. Cocok untuk kebutuhan pencetakan prototipe, miniatur, dan aksesoris lainnya.
Hubungi kami untuk mewujudkan ide 3D Anda sekarang!