Selain punya berbagai jenis alat, bahan 3D printing juga cukup bervariasi. Setiap bahan juga punya karakteristik yang berbeda dan penggunaannya khusus sesuai kebutuhan.
Penggunaan PLA misalnya, sangat tepat untuk mencetak sejumlah produk seperti action figure, perhiasan, artefak dekoratif, dan prototipe karena penggunaannya punya sifat ringan.
Tapi untuk PETG, biasanya cocok menjadi bahan printer 3D untuk membuat casing elektronik, botol minum, sampai dengan kacamata.
Jadi, setiap bahan memang punya peruntukannya masing-masing. Ingin tahu lebih lengkap soal bahan-bahan tersebut? Cek di sini.
Bahan-Bahan 3D Printing
Dalam pencetakan 3D, bahan-bahan tersebut juga dikenal dengan filamen. Nantinya, filamen inilah yang akan Anda gunakan untuk membentuk objek cetakan. Jenis filamen atau bahan 3D printer itu banyak, seperti:
1. Acetonitrile Butadiene Styrene (ABS)
Pertama, ada ABS. Ini menjadi salah satu bahan yang penggunaannya populer dalam 3D Printing.
Sederhananya, ABS merupakan gabungan dari tiga bahan kimia. Masing-masing yakni akrilonitril (agar kuat dan tahan bahan kimia), styrene (agar permukaan halus dan mengkilap), dan butadiene (agar lentur dan tidak gampang patah).
Dengan ketiga bahan ini, maka filamen yang menjadi hasilnya sangat kokoh, tahan banting, tapi tetap fleksibel.
Maka dari itu, industri mainan seperti LEGO, komponen otomotif, casing elektronik, sampai dengan prototipe teknik banyak menggunakan ABS.
ABS itu sendiri memang punya kelebihan, seperti:
- Tahan panas dan bahan kimia, sangat cocok untuk produk yang butuh ketahanan ekstra pada suhu tinggi dan bahan kimia.
- Kuat dan tahan lama, tepat untuk benda yang penggunaannya terus-menerus.
- Gampang dirapikan, penyempurnaannya bisa Anda lakukan dengan vapor smoothing aseton.
- Harganya lebih terjangkau tapi kualitas ABS masih tetap bagus.
2. FIlamen PLA
Material 3D printing selanjutnya adalah filamen PLA atau Polylactic Acid. Banyak profesional maupun pemula yang menyukainya karena memiliki sifat yang eco-friendly, penggunaannya mudah, dan juga murah.
PLA itu sendiri merupakan plastik yang pembuatannya dari bahan alami, misalnya seperti tebu dan pati jagung.
Mengapa banyak yang bilang jika bahan 3D printing ini lebih eco-friendly? Alasan utamanya karena dari bahan baku pembuatannya yang alami.
Kalau material lain, ABS misalnya, itu bahan bakunya dari minyak bumi. Jadi, tak heran jika PLA bisa lebih aman dan gampang terurai di lingkungan.
Apakah berbagai keunggulan ini juga mengurangi fungsinya? Tentu tidak. Jenis filamen PLA masih memiliki banyak fungsi, seperti untuk:
- Membuat model dan prototipe
- Dekorasi dan hiasan 3D
- Peralatan ringan untuk kebutuhan dapur
- Cetak 3D untuk bidang medis
Saat proses cetak, PLA juga sangat aman untuk penggunaan indoor. Pasalnya, bahan ini tidak mengeluarkan asap beracun seperti pada ABS. Meski Anda mencetaknya dalam ruangan, Anda tidak membutuhkan ventilasi khusus.
Baca Juga: Petunjuk Tentang Bahan-Bahan 3D Printing
3. Filamen HIPS (High Impact Polystyrene)

Bahan print HIPS punya keunikan yang tidak material lain miliki. HIPS itu sendiri, merupakan plastik kopolimer sintetis yang memiliki sifat tahan benturan tinggi, fleksibel, dan juga tidak beracun.
Filamen satu ini punya keunggulan unik karena bisa larut dalam limonene. Tapi, apa itu limonene? Itu adalah cairan alami hasil pengekstrakan kulit jeruk.
Terus, apa gunanya? Intinya, kalau material yang Anda gunakan larut dalam limonene, cetakan rumit sekalipun bisa jadi lebih mudah.
Ini sangat pas untuk beberapa project yang butuh detail tinggi, memiliki bentuk kompleks, dan juga butuh hasil akhir yang lebih profesional.
Misalnya saja, untuk cetak komponen teknik/mesin, desain sepatu atau wearable prototyping, prototipe dari komponen otomotif, model anatomi, dan arsitektur detail.
Meski banyak fungsinya, filamen HIPS ini sering jadi pilihan untuk material pendukung atau support untuk mencetak objek kompleks yang memakai dual-extruder printer.
Nah, dual-extruder itu sendiri merupakan jenis printer 3D yang memiliki dua nozzle. Jadi, Anda bisa mencetak dua jenis filamen bersamaan.
Cara kerjanya, extruder 1/nozzle 1 akan mencetak bahan utama yang memakai PLA, ABS, atau PTG. Kemudian, extruder 2/nozzle 2 akan mencetak material supportnya berupa HIPS.
Gunanya mencetak dua bahan material sekaligus, yakni HIPS akan menjadi penyangga sementara buat bagian-bagian cetakan yang rumit atau menggantung.
Kalau sudah selesai pun, HIPS yang jadi support bisa Anda hilangkan tanpa merusak objek utamanya dan itu bisa memakai cairan limonene. Hasilnya, cetakan 3D Anda bisa bersih dan profesional.
Baca Juga: 7 Aplikasi 3D Printing untuk Desain dan Cetak Model
4. Nylon
Bahan printer 3D satu ini merupakan bahan filamen sintetis atau bikinan manusia. Sama dengan ketiga bahan lainnya, nylon juga sering terlihat menjadi material dunia cetak 3D.
Nylon, termasuk dalam keluarga poliamida. Seperti karakter bahan dari keluarga poliamida, nylon punya karakteristik yang kuat, tahan panas, dan fleksibel.
Lantaran sifat kuat dan tahan lamanya, bahan 3D printing ini jadi pilihan saat akan membuat komponen kendaraan, gear mesin, dan peralatan olahraga.
Bahkan, Anda bisa mewarnainya karena nylon dapat menyerap pewarna dengan baik.
Meski begitu, bahan ini terkenal rewel saat proses pencetakan. Pasalnya, Anda butuh suhu tinggi untuk mencetak karena karakter khasnya yang tahan panas. Otomatis, Anda butuh nozzle & hotbed yang bersuhu tinggi buat mencetaknya.
Selain itu, nylon juga punya sifat higroskopis yang artinya gampang menyerap air dan udara. Saat terlalu lembab, cetakannya bisa rusak dan bergelompang. Kalau begitu, produk cetaknya bisa kurang presisi dan tidak sempurna.
5. Acrylonitrile Styrene Acrylate (ASA)
Butuh bahan 3D printing yang cocok untuk penggunaan outdoor? Sepertinya material ASA bisa jadi pilihannya.
ASA merupakan bahan plastik sintetis yang juga populer dalam dunia pencetakan tiga dimensi. Apalagi kalau kebutuhan utamanya yakni ketahanan ekstra dan penggunaan di luar ruangan.
Mengapa cocok untuk luar ruangan? Karena material satu ini tahan sinar matahari atau punya sifat UV resistant. Anda dapat menemukannya dalam produk-produk seperti aksesori taman, cover motor, dan perabot outdoor.
Selain itu, ASA juga terkenal tahan panas dan punya resistensi terhadap bahan kimia. Makanya, ASA sering jadi komponen mobil dan elektronik.
Terakhir, keunggulannya dari segi finishing. Kalau Anda memang ingin hasil cetakan yang mengkilap dan halus, maka bisa pakai ASA juga.
Baca Juga: Kalibrasi Printer, Proses Penting untuk Jaga Kualitas Cetak
6. Filamen PETG
PETG adalah singkatan dari Polyethylene Terephthalate Glycol, jenis bahan plastik dengan ciri lentur, kuat, dan tahan suhu tinggi.
Anda, mungkin sangat sering melihat penggunaannya. Pernah lihat botol minuman? Mainan? Action figure berbagai karakter populer? Kemungkinan besar, itu semua berbahan dasar cetak PETG.
Printer terbuat dari bahan apa? Kalau printer 3D umumnya memakai filamen plastik seperti PLA, ABS, dan nilon.
Saat mencetaknya, Anda bisa dapat hasil yang tahan panas, kuat, tahan dengan bahan kimia ringan, cetakannya tidak gampang pecah, dengan hasil yang mengkilap dan rapi.
Jadi, itulah beberapa bahan 3D printing yang paling populer dalam dunia percetakan.
Kalau Anda harus memilih salah satunya, bahan mana yang mau Anda gunakan? Jika sudah pilih bahannya, jangan lupa cetak produk 3D Anda di Sultan 3D Digital Printing. Bisa pakai layanan lengkap dari desain, scanning, hingga printing.
Saat ini layanan 3D printing kami kini hadir di seluruh Indonesia:
- Jakarta
- Surabaya
- Bandung
- Medan
- Palembang
- Semarang
- Makassar
- Batam
- Pekanbaru
- Bandar Lampung
- dan kota lainnya
Kami akan membantu proses pencetakan dengan hasil terbaik. Hubungi sekarang!





