Perkembangan teknologi tidak hanya berpusat pada smartphone atau komputer, tapi juga printer. Setiap komponen printer bekerja untuk mencetak dokumen atau gambar pada berbagai media, dari yang tadinya hitam putih kini menjadi berwarna.
Bahkan, perkembangan teknologi printer pun tidak hanya mencetak dalam bentuk 2D, tapi juga 3D. Misalnya, prototipe kendaraan, perhiasan, model gigi, hingga dekorasi ruangan juga ada.
Oleh karena itu, tidak sedikit yang penasaran dengan komponen di dalam printer, karena bukan sekedar cartridge dan printhead. Seperti apakah komponen penting dalam printer 3D dan seperti apa fungsinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Baca Juga: Apa Itu 3D Printer? Ini Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya
12 Komponen Printer 3D dan Fungsinya
Jika mengira bahwa printer 3D memiliki komponen seperti printer 2D, Anda salah. Karena, printer 3D juga memiliki motherboard layaknya komputer, karena akan bekerja memberikan instruksi untuk mencetak.
Bagian bagian printer 3D cukup banyak, sehingga perawatannya pun harus cermat. Berikut ini apa saja komponen serta fungsinya:
1. Motherboard
Setiap printer memiliki motherboard atau mainboard yang akan menghubungkan semua komponen elektronik. Jika melihat dari segi fisik sangat mirip dengan motherboard komputer begitu juga fungsinya.
Motherboard memiliki bagian prosesor yang bekerja mengubah program desain menjadi rangkaian instruksi. Ada juga konektor yang menghubungkan semua bagian printer 3D.
Dalam motherboard juga terdapat stepper divers yang berfungsi mengontrol daya ke kumparan terpisah pada motor stepper, sehingga poros motor berputar dan mesin bekerja.
Terdapat juga bagian communication yang fungsinya memberikan instruksi G-code untuk mencetak bagian tertentu.
2. Power Supply Unit (PSU)
PSU printer berguna untuk menyuplai daya ke komponen elektronik dalam printer. Dengan PSU, printer akan memiliki daya AC yang lebih rendah sehingga menjadi DC.
Motherboard selalu terhubung dengan PSU sehingga bisa daya bisa mengalir pada komponen lainnya. Jika PSU ini mati, maka printer tidak akan bisa bekerja sama sekali.
3. Fan
Sama seperti halnya mesin, printer 3D juga memiliki fan yang fungsinya untuk mendinginkan ekstruder serta filamen. Ukuran kipas ini akan berbeda-beda tergantung dengan besar kecilnya kemampuan printer mencetak.
Selain mendinginkan filamen dan ekstruder, fan ini juga membantu mendinginkan perangkat pada suhu yang selalu normal. Pasalnya, printer yang mesinnya terlalu panas akan lebih cepat rusak.
4. Filament Sensor
Demi mencegah gagalnya proses cetak, setiap printer 3D memiliki filament sensor. Komponen ini berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya filamen plastik yang menjadi bahan utama dari cetakan 3D.
Jika filament sensor mendeteksi tidak ada filament plastik, maka printer akan berhenti dengan sendirinya. Inilah yang membantu printer akan bekerja secara otomatis dan efisien.
Baca Juga: 7 Aplikasi 3D Printing untuk Desain dan Cetak Model
5. Axis Motor
Setiap printer 3D juga memiliki komponen yang bernama axis motor. Bagian printer ini fungsinya adalah untuk mengontrol gerakan sumbu printer.
Axis terhubung langsung pada sistem kontrol printer, sehingga bisa menerima instruksi dengan cepat untuk memindahkan nozzle sesuai posisinya. Jumlah axis ini biasanya ada tiga yaitu pada sumi Z, Y, dan X.
Semua sumbu selalu memiliki axis masing-masing yang akan menggerakannya secara efektif sesuai perintah.
6. Bed Leveling Sensor
Anda mungkin penasaran, bagaimana printer 3D bisa mulai bekerja. Selain perintah dari prosesor di motherboard, ada juga peran penting dari bed leveling sensor.
Komponen inilah yang bekerja untuk memastikan permukaan print bed rata serta sejajar dengan nozzle. Setelah pengukuran dari sensor inilah, nozzle akan otomatis berpindah sesuai dengan ketinggian yang dibutuhkan.
Bantuan dari bed leveling sensor ini akan memastikan bahwa hasil cetakan selalu rata dan menempel pada print bed dengan baik. Inilah mengapa, akurasi cetakan printer 3D sangat baik.
7. Print Bed
Komponen printer penting lainnya adalah print bed yang menjadi alas untuk mencetak objek. Print bed harus selalu dalam keadaan permukaan yang datar, sehingga pencetakan objek berjalan rapi.
Di dalam print bed ini terdapat headbed yang terbuat dari bahan aluminium atau kaca. Itu sebabnya, permukaan print bed selalu dalam kondisi datar karena materialnya yang berkualitas.
8. Frame
Sebuah kerangka printer yang tugasnya adalah menahan setiap komponen dengan baik. Frame ini memiliki peran yang sangat besar, sehingga selalu menggunakan bahan metal atau akrilik.
Bahan yang kokoh tersebut akan membuat printer 3D selalu dalam kondisi stabil saat mencetak. Daya tahannya yang baik pun membantu printer agar bisa dipakai dalam waktu yang lama.
Meskipun ada juga printer 3D yang mengandalkan bahan plastik, tetapi biasanya hanya untuk printer berukuran kecil. Bentuk rangkanya pun selalu rapi supaya bisa menghasilkan akurasi dan kualitas cetak terbaik.
9. Extruder
Komponen komponen printer 3D selalu terdapat extruder, yaitu bagian kecil yang fungsinya mendorong serta memasukkan bahan filamen ke dalam hotend. Bagiannya berupa motor penggerak, roda gigi dan juga gear.
Extruder yang akan mengatur aliran serta tekanan filamen selama proses mencetak berlangsung. Posisinya sendiri bisa berada di atas atau pada samping printer, menyesuaikan desain mesinnya.
Jika printer memiliki extruder yang berkualitas, maka bahan filamen yang keluar akan konsisten, sehingga hasil cetakan 3D menjadi lebih rapi. Jika terjadi masalah pada extruder, cetakan 3D mungkin saja akan berantakan tidak presisi.
10. Print Head

Bagian-bagian printer 3D ada juga yang mirip dengan printer 2D yaitu print head yang fungsinya adalah untuk mencetak filamen menjadi desain yang telah dibuat. Ada dua jenis print head, yaitu cold end dan hot end.
Pada bagian cold end, fungsinya adalah merekatkan filamen kemudian mendorongnya ke bagian hot end. Nantinya, hot end akan mencairkan filamen dan membentuknya menjadi bentuk 3D.
11. Hotend
Ada peran vital lain pada printer 3D yaitu hotend. Komponen inilah yang akan memastikan suhu printer saat mencetak dalam kondisi yang konsisten.
Suhu panas dan dingin printer sangat berpengaruh untuk menciptakan objek 3D yang sempurna. Hotend yang menghasilkan suhu berkualitas dapat mencegah nozzle mengalami penyumbatan.
Baca Juga: Additive Manufacturing: Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya
12. Display Screen
Komponen printer 3D juga memiliki display screen yang memudahkan pengguna untuk mengatur proses cetak. Ada beberapa pengaturan yang tersedia, seperti pause, stop, suhu, sampai dengan waktu mencetak.
Antarmuka berupa layar ini akan membantu untuk mengatur proses cetak sesuai dengan yang diinginkan.
Demikian komponen printer 3D yang punya fungsi penting untuk membantu teknologi printer mencetak. Selama komponennya terawat, maka mampu mencetak dengan hasil yang rapi dan presisi.
Jika Anda ingin hasil cetakan 3D yang lebih rapi lagi, bisa langsung ke Sultan 3D Printing. Dengan pengerjaan cepat dan ketersediaan material berkualitas, kami siap mencetak segala macam kebutuhan Anda.
Kami selalu mencetak sesuai dengan standar industri dengan mesin beresolusi tinggi, sehingga mampu menyelesaikan proyek Anda dengan cepat dan hasil profesional.
Anda juga berkesempatan untuk konsultasi terlebih dahulu tentang desain dan material cetak bersama tim ahli. Bersama tim desainer bersertifikasi, Anda bisa mewujudkan konsep desain hingga produk 3D yang berkualitas.
Tunggu apalagi? Hubungi Sultan 3D Printing sekarang juga dan wujudkan impian desain Anda.





