ABS sering jadi pilihan untuk mencetak objek 3D. Serbaguna, punya daya tahan yang baik, dan mudah dalam pencetakan, itulah keunggulan ABS. Bahan ABS adalah material yang juga populer dalam industri seperti onderdil otomotif, barang konsumsi, elektronik, hingga mainan.
Selain itu, ABS juga sangat tepat penggunaannya untuk barang-barang atau produk yang digunakan di luar ruangan/outdoor. Hal ini lantaran ABS punya daya tahan benturan yang tinggi.
Jadi, sangat tepat untuk barang-barang yang kemungkinan jatuh, terbanting, atau kena gesekannya sangat tinggi.
Semakin sering digunakan karena plastik ABS punya kelebihan dari segi proses finishing yang lebih fleksibel. Ini yang sebenarnya menjadi keunggulan penting saat Anda ingin membuat produk 3D yang punya fungsi dan juga estetik.
Apa Itu ABS Plastik?
Bahan ABS adalah material plastik yang tahan panas, kuat, dan cocok untuk jadi material pembuat barang kebutuhan sehari-hari.
Dari kebutuhan casing elektronik hingga mainan LEGO, penggunaan ABS memang sangat populer.
Plastik ini terbuat dari campuran tiga bahan kimia, yakni:
- Akrilonitril: bahan kimia yang membuat plastik ini tahan panas serta resisten terhadap bahan kimia.
- Butadiena: membuat plastiknya punya kekuatan dan daya tahan atas benturan.
- Stirena: bahan kimia yang membuatnya jadi kaku dan memiliki permukaan halus.
Campuran bahan ABS ini memang menghasilkan kelebihan utama ABS yakni tahan panas, tahan bahan kimia, tahan dari benturan, dan bisa finishing lebih baik.
Umumnya, komposisi ABS terdiri dari:
- 15% – 35% akrilonitril
- 5% – 30% butadiena
- 40% – 60% stirena
Bagaimana menentukan porsi komposisinya? Biasanya, persentase dari masing-masing bahan kimia sesuai dengan kebutuhan akhir dari material.
Misalnya, jika Anda butuh ABS yang tahan banting, maka gunakan campuran bahan kimia butadiena yang semakin banyak pula.
Baca Juga: 7 Aplikasi 3D Printing untuk Desain dan Cetak Model
Proses Pembuatan ABS
Dalam proses pembuatannya, ABS biasanya menggunakan dua metode yakni:
1. Polimerisasi Emulsi (Emulsion Polymerization)
Proses pembuatan material ABS ini akan mencampur ketiga bahan kimia tadi (monomer) dalam bentuk emulsi atau campuran cair yang stabil.
Dengan metode ini, ABS yang jadi hasilnya akan memiliki kekuatan tarik yang tinggi serta fleksibilitas yang jauh lebih baik.
ABS yang proses pembuatannya dengan polimerisasi emulsi sangat tepat pengaplikasiannya jika butuh ketahanan fisik dari produk 3D yang lebih baik.
Misalnya saja untuk bumper mobil, dashboard mobil, alat rumah tangga, mainan LEGO, sampai dengan peralatan pertukangan.
Minusnya, cara pembuatan ini menghasilkan permukaan plastik yang cenderung lebih kasar. Selain itu, kekurangannya butuh finishing tambahan karena dapat meninggalkan residu surfaktan.
2. Polimerisasi Massa (Mass Polymerization)
Sama-sama proses polimerisasi, apa beda antara polimerisasi emulsi dan polimerisasi masa?
Pertama, bedanya dari media yang digunakan. Kalau emulsi, menggunakan media berbasis air, sedangkan untuk mass polymerization tidak menggunakan air.
Kedua, dari segi hasil. Bahan ABS adalah material yang hasil akhirnya bergantung pada metode pembuatan.
Jika menggunakan metode ‘mass’, maka hasilnya lebih halus dan kaku. Sedangkan, untuk pembuatan ‘emulsi’ hasilnya lebih kasar.
Ketiga, beda antara keduanya dari segi skala produksi. Untuk metode pertama, produksinya bisa berskala menengah – besar. Untuk UMKM, pebisnis rintisan, atau yang baru awal usaha, biasanya menggunakan emulsion polymerization.
Sedangkan, untuk mass polymerization biasanya produksinya berskala besar atau industri.
Terakhir, yakni dari segi finishing. Lantaran hasil akhir keduanya berbeda, maka treatment untuk finishingnya juga berbeda. Pada emulsion polymerization, butuh tambahan finishing untuk membuatnya lebih halus.
Sementara itu, untuk mass polymerization finishingnya bisa lebih bersih. Tapi, metode ‘mass’ ini punya kekurangan terutama dari segi ketidakcocokannya saat Anda butuh ABS yang berelastisitas tinggi.
Ingat, ini lebih ke pembuatan material ABS-nya, bukan memproduksi hasil cetakan dari produk berbahan dasar ABS itu sendiri.
Baca Juga: 6 Bahan 3D Printing Paling Populer dan Sering Digunakan
Kelebihan Bahan ABS

Keunggulan bahan ABS itu apa saja? Laman Protolabs menyebut terdapat beberapa keunggulan dari material ABS, seperti:
1. Material Ini Tahan Benturan
Benar, material ABS terkenal dengan ketahanannya atas benturan yang begitu baik. Maka dari itu, tidak mengherankan jika pemakaiannya tepat untuk aplikasi yang butuh ketangguhan dan daya tahan.
2. Lebih Kuat dan Kaku
Kemudian, ABS juga punya sifat mekanis yang begitu baik, termasuk dari segi kekuatan dan kekakuan yang begitu tinggi.
Dari kemampuannya ini, maka bahan ABS adalah material yang pas untuk kebutuhan produk yang menahan berat atau produk-produk komponen struktural.
3. Keserbagunaan
Dalam urusan kemampuan manufaktur, plastik ABS ini jadi material serbaguna yang menawarkan kemudahan dalam proses pencetakan.
Dengan kata lain, Anda akan lebih mudah membentuknya dengan berbagai cara. Misalnya saja dengan pencetakan injeksi, permesinan, serta pencetakan 3D.
4. Tahan dengan Bahan Kimia
ABS ini juga terkenal atas ketahanannya pada bahan-bahan kimia. Sebut saja bahan seperti alkali, asam, dan berbagai jenis pelarut.
Maka dari itu, tak heran jika ABS sangat tepat untuk produk-produk yang sering bersentuhan langsung dengan bahan kimia, produk di lingkungan laboratorium atau industri, dan produk yang awet walaupun sering kena cairan atau pelarut tertentu.
Contohnya seperti produk-produk casing alat laboratorium, komponen pada elektronik industri, peralatan otomotif yang kena oli, coolant, atau bahan bakar, sampai perabot dapur.
Bahan ABS adalah material yang tepat untuk kebutuhan tersebut.
Baca Juga: Resin: Material Serbaguna untuk Kebutuhan 3D Printing
5. Isolasi Listrik
Dari laman Protolabs, diketahui juga jika material ABS adalah bahan cetak yang punya sifat isolasi listrik.
Dengan kata lain, bahan ABS adalah material yang tidak menghantarkan listrik atau sifatnya non-konduktif.
Jadi, saat Anda mencetak sesuatu berbahan ABS, maka benda itu tidak akan nyetrum meski bersentuhan dengan aliran listrik.
Kenapa ini penting? Tentu karena bahan yang bisa menghambat arus listrik itu, sangat krusial buat melindungi berbagai komponen elektronik agar tidak mengalami korsleting.
Maka dari itu, tak heran jika konektor, dudukan PCB, casing perangkat elektronik, pelindung kabel, hingga komponen printer, itu berbahan ABS.
6. Punya Hasil Akhir yang Mulus
Benar, ini adalah keunggulan bahan ABS terakhir yakni mempunyai permukaan yang mulus sebagai hasil akhirnya.
Dengan begitu, Anda bisa menyelesaikan dan memprosesnya setelah produksi jadi lebih baik atau post-processing.
Anda bisa melakukan vapor smoothing agar permukaannya glossy dan licin. Bisa juga dengan pengamplasan sebelum mengecat, bahkan ABS ini juga gampang menyerap cat.
Jadi, produknya bisa tampil lebih baik jika memandangnya dari segi estetika. Sederhananya, produk Anda jadi lebih ciamik hasilnya!
Mau Memproduksi Kebutuhan Anda Berbahan ABS? Sultan 3D Printing Solusinya!
Ingin memproduksi barang yang jadi kebutuhan Anda dengan bahan dasar ABS? Jasa 3D Printing bisa membantu Anda.
Kami, dengan pengalaman panjang, akan membantu Anda mulai dari tahap desain jika belum punya bayangan tentang produk.
Sudah ada produk tertentu dan ingin menduplikasinya dalam jumlah banyak? Ada pula layanan 3D scanning untuk Anda.
Punya desain digital dan sudah siap cetak? Tinggal pakai layanan 3D printing dari kami. Anda pun bebas request bahan dasar apapun termasuk ABS. Hubungi sekarang!