PLA adalah singkatan dari Polylactic Acid atau asam polilaktat menjadi salah satu jenis filamen yang populer di dalam dunia percetakan 3D.
Jenis plastik yang penggunaannya masif dalam additive manufacturing ini, berawal dari seorang ahli kimia yang bernama Wallace Carothers pada tahun 1930. Ia memang pencipta plastik sekaligus nilon dan neoprena.
Bedanya dengan bahan-bahan lain, PLA memang lebih cocok untuk kebutuhan yang lebih industrial, bukan skala kecil atau untuk skala menengah.
Beda dengan bahan lain, jenis ini berbeda karena menjadi termoplastik yang lebih mempertimbangkan lingkungan berkelanjutan. Alasan utamanya karena ia bukan berasal dari sumber daya yang terbatas.
Asal-usulnya memang lebih ramah lingkungan. Selain itu, plastik percetakan 3D ini juga sangat populer dalam industri dan pengaplikasiannya. Mau tahu lebih lanjut? Cek sini.
Apa Itu PLA Filament?
Asam polilaktat atau PLA adalah bahan cetak tiga dimensi yang punya banyak penggemar. Menyimak berbagai alasannya, ternyata ada satu faktor yang begitu kuat, yakni karena asam polilaktat ini terbuat dari bahan alami.
Apa bahan alaminya? Jagung! Benar, Anda tak salah baca. Bahan plastik ini memang dasarnya dari jagung.
Selain itu, bahan ini juga bisa terbuat dari tebu dan singkong. Artinya, filamen satu ini bisa terurai secara hayati karena pati jagung menjadi bahan utamanya. PLA ini termasuk plastik biodegradable alias bisa terurai secara alami di alam.
Filamen ini merupakan poliester alifatik termoplastik dan menjadi bahan populer untuk kebutuhan manufaktur aditif.
Lantaran menggunakan bahan dasar organik, maka filamen ini juga sering digunakan dalam pembuatan berbagai peralatan dapur. Contohnya, cangkir kopi, piring, gelas kecil, mangkuk, sampai dengan wadah makanan hewan.
Jadi, kalau Anda menggunakan berbagai plastik untuk kebutuhan wadah makanan maupun minuman, bisa jadi bahan dasarnya adalah PLA.
Menariknya, di industri saat ini, PLA adalah bahan pengganti plastik konvensional untuk kemasan makanan.
Alasan utamanya karena bahan PLA itu sendiri sangat aman dan berbeda dari kebanyakan bahan lain. Bahan lain itu, biasanya berbasis minyak bumi dan sangat berisiko untuk kesehatan.
Baca Juga: Bahan PETG, Turunan PET yang Aman Buat Consumer Goods
Kelebihan PLA Filament
Jenis filamen PLA adalah bahan yang punya karakteristik dan keunggulannya tersendiri. Apa yang menjadi poin kelebihannya? Cek di bawah ini:
1. Ramah Lingkungan
Berbeda dengan kebanyakan bahan cetak 3D lainnya, PLA terbuat dari sumber daya yang terbarukan. Misalnya, pati jagung dan juga tebu.
Akhirnya, filamen ini punya sifat biodegradable atau bisa terurai secara alami dan bisa menjadi kompos.
Dengan terurainya filamen secara alami di lingkungan, maka dampak negatif pada ekosistem bisa berkurang.
2. Kemudahan Pencetakan
Selanjutnya, kemudahan dari urusan pencetakan juga jadi keunggulan. PLA ini punya suhu pencetakan yang terbilang rendah, yakni di kisaran 180 – 220 derajat celcius.
Selain itu, dalam produksinya juga tidak butuh heated bed. Maka dari itu, PLA sangat ideal jika Anda baru belajar cetak 3D.
Menariknya lagi, PLA adalah bahan 3D yang ideal karena kompatibel dengan cukup banyak printer 3D FDM di entry-level. Mau startup? Ini filamennya!
3. Minim Warping
Selanjutnya, karena ia memiliki ekspansi termal yang rendah, maka filamen ini tidak akan mengalami deformasi atau penyusutan ketika sudah mendingin.
Dengan begitu, hasil cetakan Anda bisa memiliki dimensi yang lebih akurat dan juga punya permukaan halus.
4. Terjangkau dan Ketersediaannya Melimpah
Di pasaran, Anda akan dengan mudah menemukan PLA dari berbagai varian dan warna.
Bahkan ada juga yang menyebut jika harganya relatif terjangkau dan ini bisa jadi opsi ekonomis kalau Anda mau menjalankan berbagai proyek cetak 3D.
Baca Juga: Mengenal Bahan HIPS dalam 3D Printing, Ringan Tahan Banting!
5. Cocok untuk Proyek Seni dan Dekoratif
Lantaran kehadiran berbagai warna dan variasinya, filamen ini bisa Anda campur dengan berbagai bahan lain.
Sebut saja bahan seperti serat kayu maupun logam. Tujuan utamanya adalah menghasilkan efek visual yang berbeda dan estetik.
Jika demikian, filamen satu ini sangat tepat buat kebutuhan proyek seni dan dekoratif.
6. Aman untuk Kesehatan
Satu hal yang membuat FLA ini sangat populer dalam industri, yakni karena aman untuk kesehatan.
Selama Anda mencetaknya, filamen ini tidak menghasilkan asap beracun. Efek yang muncul hanya aroma manis layaknya jagung.
Meski Anda memproduksinya di lingkungan yang tertutup atau di rumah, filamen ini tidak akan mengganggu kesehatan.
7. Bisa untuk Berbagai Aplikasi
Popularitas filamen jenis ini pasti ada alasan, salah satunya karena cocok dalam berbagai aplikasi.
Mau prototyping cepat? Model arsitektur? Bahkan sampai aksesori cosplay? Semuanya bisa dengan filamen satu ini.
Kekurangan PLA Filament
Setiap bahan, sudah tentu punya poin kekurangannya tersendiri, termasuk juga filamen yang biodegradable satu ini. Apa saja kekurangannya?
1. Ketahanannya Rendah untuk Panas
Saat Anda memanaskannya dalam mesin printer, filamen satu ini akan mulai melunak di suhu 60 derajat celcius – 65 derajat celcius.
Jadi, masih kurang cocok buat objek yang akan Anda pakai di area yang temperaturnya tinggi.
Kalau Anda ingin membuat peralatan dapur seperti sendok atau spatula, komponen otomotif di area mesin, sampai dengan barang-barang outdoor, maka FLA bukan pilihan tepat.
2. Rapuh dan Kurang Tahan pada Benturan
Sifat utama PLA adalah kaku dan rapuh. Dengan sifatnya ini, tak heran jika gampang patah atau retak. Apalagi jika terkena tekanan dan juga benturan.
Maka dari itu, filamen jenis ini tidak ideal untuk mainan anak-anak karena mungkin sering jatuh, bagian mekanis yang selalu mendapatkan tekanan atau beban, dan engsel atau klip yang butuh fleksibilitas.
Baca Juga: Mengenal Bahan ABS Plastik, Manfaat, dan Keunggulannya
3. Sensitif Atas Sinar UV
PLA material juga terkenal dengan sensitivitasnya terhadap sinar UV. Jika sering terkena paparan UV, maka filamen ini akan gampang pudar, jadi rapuh, dan mengalami degradasi struktural.
4. Punya Sifat Higroskopis
Benar, material plastik satu ini juga punya sifat higroskopis. Itu adalah sifat yang membuatnya gampang menyerap kelembaban udara.
Jika suatu material gampang menyerap lembab, maka kualitas cetakan bisa turun, nozzle printer bisa tersumbat, dan hasil cetakan Anda jadi rapuh.
5. Biodegradasinya Sebenarnya Terbatas
Walaupun material cetak 3D satu ini terkenal jadi bahan biodegradable, tapi proses degradasinya itu butuh kondisi khusus.
Tanpa memenuhi kondisi-kondisi ini, maka tetap saja tidak akan terurai. Misalnya, PLA itu bisa terurai jika suhunya sekitar 60 derajat celcius, punya tingkat kelembaban tinggi, dan ada mikroorganisme khusus.
Temukan Material Cetak 3D yang Lebih Sesuai di Sini!
Masih mempertimbangkan material cetak yang bisa mengatasi berbagai kekurangan ini? Sebaiknya cek Sultan 3D Printing.
Anda bisa memilih berbagai jenis material cetak untuk kebutuhan prototyping hingga produksi massal.
Kami menyediakan berbagai pilihan material hingga teknik printing yang sesuai dengan kebutuhan.
Masih belum tahu mau cetak, desain, dan print seperti apa? Sultan 3D Printing melayani konsultasi gratis untuk Anda!
Selain itu, kami juga bisa melayani permintaan cetak dan pengiriman hasil cetak 3D ke seluruh Indonesia.





